PERTAUTAN SEL
1.
Terminal
bar (junctional complex)
Terminal bar merupakan serangkaian bentuk pengkhususan dari membran sel berbentuk sebagai : zonula occludens, zonula adhaerens, dan serangkaian desmosome. Tight junction pada terminal bar mempunyai struktur khas, yaitu menunjukkan pola rigi-rigi yang beranyaman pada permukaannya. Daerah zonula adhaerens dari terminal bar tersebut biasanya mempunyai sifat-sifat sebagai macula adhaerens kecuali daerah yang melingkari sekeliling sel. Fungsi zonula occludens adalah untuk memisahkan celah ekstraseluler dengan lumen yang dibatasi oleh epitel bersangkutan, sedangkan fungsi zonula adhaerens adalah untuk pelekatan mekanik antar sel yang berdekatan pada epitel atau jaringan lain seperti pada otot jantung.
Terminal bar merupakan serangkaian bentuk pengkhususan dari membran sel berbentuk sebagai : zonula occludens, zonula adhaerens, dan serangkaian desmosome. Tight junction pada terminal bar mempunyai struktur khas, yaitu menunjukkan pola rigi-rigi yang beranyaman pada permukaannya. Daerah zonula adhaerens dari terminal bar tersebut biasanya mempunyai sifat-sifat sebagai macula adhaerens kecuali daerah yang melingkari sekeliling sel. Fungsi zonula occludens adalah untuk memisahkan celah ekstraseluler dengan lumen yang dibatasi oleh epitel bersangkutan, sedangkan fungsi zonula adhaerens adalah untuk pelekatan mekanik antar sel yang berdekatan pada epitel atau jaringan lain seperti pada otot jantung.
Di antara dua
buah sel epitel yang berdekatan biasanya terdapat daerah kontak yang spesifik,
dan disebut pertautan sel (Junctional complex). Ada 3 jenis pertautan
sel yaitu (i) tight junction atau ocluding junction atau taut
kedap, (ii) adhering junction atau taut lekat, dan (iii) gap junction
atau taut rekah.
1.
Tight Junction
Pada tight
junction, membran sel-sel yang bersebelahan menyatu oleh perekat pada bagian
apikal sel dan membentuk sumbatan pada apikal intersel. Ada dua jenis yaitu :
1) Zonula
ocludens.
Zonula atau
sabuk bila tautan melingkari seluruh sel. Zonula ocludens adalah taut
kedap yang meluas mengelilingi permukaan apikal sel, sehingga tampak menyerupai
sabuk. Zonula ocluden tersusun atas komponen-komponen berupa partikel-partikel
protein dari masing-masing membran sel yang saling berhubungan dan bertautan.
Zonula ocludens berfungsi (i) sebagai penutup pada bagian apikal dari ruang
intersel sehingga molekul-molekul yang larut dalam air tidak bisa lewat, (ii)
sebagai perekat diantara sel-sel yang bersebelahan sehingga memungkinkan organ
yang dibentuk oleh sel-sel ini dapat meregang tanpa terjadi kerusakan sel atau
ruang intersel. (iii) sebagai barrier untuk mencegah terjadinya diffusi protein
dari luar sel (pada permukaan apikal) ke daerah baso lateral ruang intersel
atau sebaliknya. Zonula ocludens dijumpai pada sel-sel epitel usus halus.
2) Fasia
ocludens.
Fasia atau pita
bila tautan hanya menempati daerah kecil pada permukaan sel atau dinding
lateral sel. F. ocludens mirip dengan Z. ocludens, namun
bentuknya berbeda, dimana pada fasia ocludens berbentuk pita terputus-putus. Fasia
ocludens dijumpai pada sel-sel endotel yang melapisis pembuluh darah,
kecuali kapiler darah pada otak, sel-sel endotelnya dilekatkan oleh zona
ocludens. Dengan perlekatan yang terputus-putus ini, maka sel endotel
kapiler darah memungkinkan terbentuknya cairan jaringan dan keluarnya leukosit
dari kapiler (f. ocludens membatasi pori-pori kapiler)
B.
Adhering Junction
Merupakan tipe
tautan sel yang tersebar luas dalam jaringan yang mengikat sel sel yang
bersebelahan dengan sangat erat dimana unit-unit struktural seperti
sitoskeleton, membran sel dan matriks ekstraselluler ikut terlibat mengadakan
hubungan. Pada Adhering junction disusun atas dua jenis protein yaitu (i) intercelluler
attachment protein yang menghubungkan elemen spesifik dari sitoskeleton.
Baik filament aktin maupun filamen intermediat dengan kompleks tautan, (ii)
transmembran linker yang merupakan glikoprotein interseluler yang berbentuk
filamen yang saling menganyam. Adhering junction berfungsi (i) untuk mengatur
lumen dan luas permukaan sel (ii) memelihara ketegangan membran sel, dan (iii)
mengatur konstraksi bagian apikal sel. Adhering junction banyak dijumpai pada
jaringan tubuh yang secara subjektif banyak mengalami tegangan mekanis yang
berat seperti jantung, epitel kulit, dan epitel leher rahim. Adhering junction
dibedakan atas tiga yaitu
Zonula Adheren
Zonula adherens atau sabuk lekat: Z. adherens
merupakan jenis tautan yang terdapat pada jaringan epitel dan non epitel dan
dibawah ocludens terlihat dalam berbagai bentuk berupa titik-titik kecil yang
menghubungkan filamen aktin dari sel yang bersebelahan. Pada sel-sel epitel
terlihat sebagai sabuk dan disebut sebagai adhesion belt. Posisi z. adheren biasanya
terletak di tengah dari tautan yang ada, yaitu di atas adalah z. ocludens dan
di bawahnya terdapat desmosom. Struktur yang membentuk adherins junction adalah
transmembran linker glikoprotein, filamen intermedian (10 nm) yang menyebar
dari daerah tautan ke dalam matriks sitoplasma sel dan membran plasma terpisah
pada jarak 10-15 nm
2) Makula
adherens atau desmosom
Desmosom
terletak di bawah z. adherens dan merupakan struktur yang memegang sel
berdekatan, dimana setiap sel membentuk setengah desmosom. Struktur yang
membentuk desmosom adalah (i) cytoplasmiq plaque, (ii) filamen
intermediat yang jenisnya tergantung pada tipe sel yang membentuknya misalnya
filamen keratin pada jaringan epitel, filamen desmin pada jantung, filamen
vemetin pada membran otak (iii)membran sel, dan (iv) transmembran linker
glikoprotein.
3) Hemidesmosom
Hemidesmosom
merupakan struktur yang terbentuk apabila terjadi tautan antar sel dengan
membran basalis. Terlihat hanya setengah desmosom yang terbentuk
C.
Gap Junction
Merupakan
hubungan antar sel yang paling banyak tersebar pada jaringan tubuh. Dengan
mikroskop electron tampak adanya celah sebesar 3 nm yang menghubungkan dua sel
yang bersebelahan. Celah ini menyebabkan ion-ion anorganik dan molekul-molekul
kecil yang larut di dalam air dapat lewat secara langsung dari sitoplasma dari
satu sel ke sel lainnya. Dengan adanya gap junction ini dapat terjadi
komunikasi langsung dari dua sel yang berdekatan bersatu membentuk saluran yang
menghubungkan kedua sel tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar